Jumat, 24 November 2017

Dampak Kerusakan, Jalan Bayah Timbulkan Penyakit

LEBAK, (KB).- Debu jalan nasional ruas Simpang-Bayah betulan Kampung Rawa Buaya hingga Kampung/Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, semakin parah.  Kondisi yang disebabkan karena terlalu lama dibiarkan rusak dan terus bertambahnya kendaraan besar melintas di jalan ruas tersebut kini buat warga khususnya di desa sekitar jalan bayah tersebut sudah mulai merasakan keluhan gangguan pernapasan.

Menurut beberapa warga yang berhasil dihubungi Kabar Banten, kerusakan pada jalan ruas Simpang-Bayah yang hanya bertahan beberapa bulan saja setelah diperbaiki dengan anggaran puluhan miliar tersebut kini semakin parah. Akibatnya pada musim kemarau yang baru beberapa hari ini menimbulkan debu yang cukup pekat dan tidak sedikit pengendara yang mengalami kecelakaan.

Hal itu disebabkan karena kerusakan jalan bayah yang dibiarkan cukup lama oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR) selain dipenuhi lubang jalan yang cukup besar juga seluruh hotmiknya mengelupas sehingga menimbulkan debu yang sangat pekat.”Sejak musim kemarau ruas jalan ini semakin parah. Debu yang dihasilkan semakin banyak. Setiap melewati ruas jalan ini pengendara terpaksa harus ekstra hati-hati dan memakai penutup hidung untuk menghindari gangguan pernapasan karena debu,” ucap salah seorang pengguna jalan, Yayat.

Tidak hanya itu, Yayat mengatakan, kondisi jalan bayah yang terkesan dibiarkan terbengkalai oleh pemerintah pusat tanpa perbaikan tanpa ada perbaikan maksimal ini diperparah dengan lalu lalangnya truk-truk besar seperti tronton bahkan jenis kontainer. “Beberapa pemilik rumah dan warung di ruas jalan ini mulai menutup ventilasi udara rumahnya bahkan ada beberapa yang terpaksa tutup total karena tidak tahan dengan debu jalanan,” katanya.

Ratusan truk lalu lalang melewati jalan bayah

Hampir senada dikatakan, Usup. Ia mengatakan, setiap harinya ratusan truk lalu lalang melewati jalur itu. Masyarakat sekitar dan pengguna jalan sudah sering mengeluhkan kondisi tersebut. “Jika ada jalan alternatif lain yang kondisinya lebih baik kami rela memutar lebih jauh. Namun, itu tidak mungkin karena ruas jalan ini merupakan jalan utama kecamatan ke Cianjur Kota,” ujarnya.

Kepala seksi (Kasi) Trantib pada kantor Kecamatan Malingping, U Supriadi mengatakan, pihaknya sudah banyak menerima keluhan warga khususnya dari Desa Cilangkahan yang sudah tidak tahan oleh dampak kerusakan jalan ruas tersebut bahkan sudah ada beberapa warga yang diduga terserang penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ispa). ”Karena jalan tersebut statusnya jalan nasional, kami berharap pemerintah pusat tidak membiarkan jalan ini membahayakan warga disepanjang jalan itu dan pengendara mengalami kecelakaan,”katanya. (H-34)***


Sekilas Info

Waspadai Bahaya Pestisida

LEBAK, (KB).- Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bahaya pestisida dalam bahan pangan. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *