Sabtu, 18 November 2017

Dalam Ajang LPSN, SMPN di Lebak Raih Tiga Medali Emas

LEBAK, (KB).- Para pelajar dari tiga sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kabupaten Lebak berhasil membawa pulang medali emas dari ajang Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) 2017 di Jakarta. Tiga Siswa SMPN 2 Cipanas, Kecamatan Cipanas, yaitu Dinda Regista Aprilia, Suji, dan Najmi Luthfia Nazhfia meraih medali emas pada bidang ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan dengan judul “Ngakeul sebagai upaya menghemat konsumsi beras menuju ketersediaan pangan yang sehat bagi masyarakat Kampung Kadubitung”.

Pada ajang bergengsi tersebut, Kabupaten Lebak juga meraih medali emas lainnya di bidang IPS dan Kemanusiaan yang dihasilkan siswa SMP terpadu Mulia Hati Insani dengan judul “Respons masyarakat Sumberwaras Malingping , Lebak, Banten dalam menyikapi pelarangan pentas organ tunggal oleh kiai”.
Selanjutnya, medali emas lainnya ditorehkan siswa SMP Islam terpadu (IT) Al Qudwah Rangkasbitung, pada bidang IPA dan Lingkungan melalui hasil penelitian dengan judul “Kertas Daur Ulang Anti Rayap”.

Kepala Seksi Kesiswaan Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Hidayatullah menyatakan, untuk meraih yang terbaik di ajang LPSN tersebut bukan perkara mudah, karena harus bersaing dengan sekolah SMP perwakilan lainnya dari seluruh Indonesia. “Kami tentu kami sangat bangga dan mengapresiasi keberhasilan siswa Kabupaten Lebak yang mewakili Provinsi Banten di ajang LPSN tingkat Nasional yang mampu membawa pulang medali emas di ajang LPSN tersebut,” katanya kepada Kabar Banten, Senin (16/10/2017).

Menurut dia, dari capaian siswa SMPN 2 Cipanas, eksistensi ngakeul sebagai salah satu kearifan lokal di Kampung Kadubitung yang mulai tergeser oleh perkembangan teknologi alat penanak nasi modern. Dari hasil angket dan wawancara diketahui, bahwa lebih dari 80 persen masyarakat Kadubitung sudah mulai meninggalkan tradisi ngakeul dan beralih pada cara memasak modern.

Menurut dia, dari hasil penelitian juga dinyatakan, ngakeul dapat menghemat konsumsi beras dengan dengan cara membandingkan jumlah nasi yang terbuang dari yang di-akeul dengan yang tidak di-akeul.
Ia menjelaskan, ngakeul dapat membantu ketersediaan pangan yang sehat . Nasi akeul juga memiliki tingkat amilosa yang lebih rendah (1-2 persen), dibandingkan nasi yang tidak di-akeul dengan tingkat amilosa lebih tinggi, yakni lebih dari (2 persen).  Tingkat amilosa yang rendah sangat baik bagi kesehatan, karena dapat mencegah penyakit diabetes.

Kepala SMPN 2 Cipanas, Totong Sudiono menuturkan, keberhasilan siswa SMPN 2 Cipanas meraih medali emas di ajang LPSN tersebut sangat membanggakan bagi sekolah dan daerah Kabupaten Lebak tentunya. (ND)***


Sekilas Info

“Sepatu Orang Lain” Buku Karya Wanita Banten Dibedah di Swiss

Kita hanya mampu membeli tas tangan seharga lima ratus ribu rupiah. Ketika kawan kita membeli …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *