Selasa, 12 Desember 2017

Cihunjuran, Wisata Religi di Kaki Pulosari

Nama Kampung Cihunjuran, terletak di Desa Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, tampaknya mencuri perhatian para wisatawan. Tidak saja nama Cihunjuran bergeming di Banten sebagai salah satu destinasi wisata religi di Kota Badak, Pandeglang. Meski lokasi tersebut berada di kaki Gunung Pulosari, namun tidak disangka menyimpan ‘harta karun’ sejarah berupa situs peninggalan Kerajaan Salaka Nagara.

Sesuai namanya, wisata tersebut diberi nama Cihunjuran. Keindahan alamnya yang memesona, wisata ini ternyata menjadi wisata favorit bagi para wisatawan. Saat kita berada di lokasi tersebut, pertama kali akan merasakan kesejukan, serasa membawa diri kita bersahabat dengan alam. Tidak sekadar itu, mereka yang berkunjung ke sana akan melihat panorama kaki Gunung Pulosari yang sangat menakjubkan.

Selain alamnya yang memesona, di lokasi itu para pengunjung bisa menikmati aktivitas berenang di kolam pemandian Cihunjuran. Air kolam yang dingin dan segar itu berasal dari sumber mata air Pulosari. Para pengunjung pun bisa mendapatkan pengetahuan sejarah peninggalan Kerajaan Salaka Nagara. Bahkan, wisata ini layak menjadi destinasi wisata religi, karena menyimpan banyak situs megaligit (batu besar) peninggalan Kerajaan Salaka Nagara yang terkenal di masanya.

Salah seorang pengunjung wisata, Santi mengakui keindahan alam Cihunjuran. Selain memiliki panorama alam yang indah, juga memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. “Di lokasi, kita bisa mengetahui sejarah berupa situs-situs zaman kerajaan. Kita juga bisa menikmati segarnya sumber mata air yang keluar dari lereng Gunung Pulosari. Bahkan, wisatawan bisa menikmati kuliner atau jajanan lokal yang disuguhkan para pedagang di lokasi tersebut,” katanya.

Menurutnya, wisata Cihunjuran ini jaraknya tak jauh dari Pasar Pari, Mandalawangi. Para pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di area parkir. Setelah itu, pengunjung bisa berjalan sekitar 500 meter melintasi jalan paving block menuju lokasi. Di pertengahan jalan kita bisa melihat situs batu peninggalan kerajaan.

Pandi, salah seorang pedagang di lokasi menyatakan, lokasi ini dibuka sudah lama. Tetapi mulai ramai dikunjungi wisatawan sejak tahun 2000. “Lokasi ini memang sangat memesona, karena alam pemandangannya bukit dan gunung. Apalagi di lokasi banyak situs megalit (batu besar) yang konon peninggalan zaman kerajaan. Jadi banyak pengunjung dari mahasiswa dan peziarah untuk singgah di Cihunjuran,” ucapnya.

Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang, E. Supriadi menuturkan, di Pandeglang banyak situs-situs peninggalan kerajaan, salah satunya terdapat di wisata alam Cihunjuran. Wisata ini cukup terkenal di Banten. Karenanya, tak heran jika banyak wisatawan berkunjung ke lokasi, seperti Kerawang, Bekasi, dan Bogor. “Lokasi ini harus terus dikembangkan, dan pemerintah diharapkan bisa menopang kemajuan wisata dengan membangun infrastruktur yang bagus untuk memberikan kenyamanan wisatawan,” tuturnya. (Endang Mulyana)***


Sekilas Info

Temuan Baru Makam di Selatan Surosowan Banten Lama

Satu temuan baru di lingkungan Banten Lama beberapa waktu lalu diketemukan berkat informasi masyarakat. Lokasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *