Sabtu, 18 November 2017

Cegah Penyelewengan Dana Desa, Ribuan Kades Se-Banten Ditatar Hukum

Ribuan kepala desa (kades) di Banten mendapat penyuluhan hukum terkait penggunaan dana desa dari kejaksaan negeri baik Lebak, Serang, Tangerang dan Pandeglang. Penyuluhan hukum yang dilakukan oleh tim pengawal pengamanan dan pembangunan daerah (TP4D) di tingkat Kejari itu dilaksanakan untuk menyosialisasikan penggunan dana desa agar bisa dipertanggungjawabkan. “Hari ini secara serentak telah dilaksanakan sosialisasi TP4D kepada seluruh kepala desa se-Provinsi Banten. Sosialisasi ini berkaitan dengan dana desa yang diterima oleh masing-masing desa agar bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Agoes Djaya, Kamis (24/8/2017).

Sosialisasi ini dikatakan Kajati dirasa perlu agar tidak timbul persoalan hukum terkait penggunaan dana desa. Penyalahgunaan dana desa berimplikasi terhadap kualitas pembangunan dan menghambat pembangunan yang ada di desa. Selain itu juga penyalahgunaan dana desa juga dapat dijerat pidana.
“Tentu larinya bisa ke pidana. Kami harap dana desa ini betul-betul dimanfaatkan untuk pembangunan yang ada di desa,” kata Kajati.

Sementara itu, dalam penggunaan dana desa, dua mantan kepala desa, yaitu Desa Tamiang, Kecamatan Gunungsari dan Desa Binangun, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang tersandung kasus hukum. Keduanya diduga menyelewengkan dana desa (DD) 2015 dan 2016. Sekretaris DPMD Kabupaten Serang, Rudi Suhartanto mengungkapkan, kedua mantan kepala desa yang tersandung kasus hukum tersebut saat ini untuk Desa Tamiang, Kecamatan Gunungsari statusnya sudah P21. Sedangkan untuk Desa Binangun statusnya masih saksi. “Kita sekarang sedang menunggu perkembangan dari pihak kepolisian seperti apa, karena secara formal teman-teman dari kepolisian belum melaporkan ke kita.

Kepala desa (yang tersandung kasus hukum) ini, akhir masa jabatannya 2016 lalu, jadi saat ini jabatannya sudah selesai,” ucap Rudi saat ditemui usai melakukan Sosialisasi Dana Desa, dan TP4D kepada seluruh kepala desa se-Kabupaten Serang di ruangan Tb. Suwandi, Kamis (24/8/2017).
Menurutnya, jika kedua desa tersebut tidak segera dibereskan, maka akan menghambat pada program-program desa dimasa kepemimpinan saat ini di dua desa tersebut. Sebab, berpengaruh pada laporan penggunaan dana desa. “Kalo masalah laporan keuangan belum diselesaikan, kita tidak bisa berikan dana selanjutnya,” tuturnya.

Tidak hangus

Namun, kata dia, dana desa yang diperuntukkan untuk desa yang bermasalah dipastikan tidak akan hangus. Artinya, masih bisa dicairkan dengan syarat laporan penggunaan desa sebelumnya diselesaikan. Rudi menegaskan, meski banyak persoalan di desa, pemerintahan harus tetap memberikan pelayanan terhadap masyarakat. “Pemerintahan desa harus tetap berjalan,” katanya.

Disinggung mengenai nilai anggaran yang diduga diselewengkan, ia tidak mengetahuinya. Karena kata dia hal itu harus ada audit dari BPKP. Namun pihaknya tidak akan berhenti untuk melakukan pembinaan terhadap semua desa. Sehingga ke depan tidak lagi ditemukan ada kepala desa yang tersandung kasus hukum. “Tapi yang jelas bukan berarti akibat dua desa ini di justifikasi terus semua desa menjadi jelak,” katanya.

Kepala Seksi Intelijen pada Kejari Serang, Eka Nugraha juga belum bisa memberikan keterangan lebih jauh mengenai persoalan tersebut. Namun ia meminta seluruh kepala desa di Kabupaten Serang untuk menggunakan anggaran desa dengan benar.  “Kalau detailnya berapa jumlah kerugian negara, atau siapa tersangkanya, datanya enggak bawa. Tapi intinya keberadaan dana desa itu harus sebenar-benarnya, harus betul-betul bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya. (Fahmi Sa’i)***


Sekilas Info

Uang Rp 60 Juta Milik Panwaslu Digondol Maling

SERANG, (KB).- Kasus pencurian dengan modus pecah kaca terjadi di depan kantor Panwaslu Kabupaten Serang Jalan …

One comment

  1. Utk desa yg sdh memperoleh dana desa,apakah di benarkan apabila aparat desa,rt,rw msh meminta uang kegiatan bulanan pd setiap warganya. ?.sdg utk kewajiban bulanan ipl sdh di pungut phk perumahan.!krn hal ini msh terjadi di tempat kami perum bumi indah city cluster udayana psr kemis tangerang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *