Sabtu, 18 November 2017

BNN & SMPN 4 Gelar Sosialisasi Narkoba

LEBAK, (KB).- Ratusan siswa SMPN Negeri 4 Rangkasbitung, mengikuti dengan antusias sosialisasi bahaya penggunaan narkotika dan bahan aditif berbahaya lainnya (Narkoba) yang disampaikan oleh Badan Narkotika nasional (BNN) Provinsi Banten di aula sekolah, akhir pekan lalu.

Kepala SMPN 4 Rangkasbitung, H. Nurjaya, M.Pd, menyatakan, sosialisasi bahaya narkoba dari BNN itu merupakan inisiatif pihak sekolah yang sengaja mengundang BNN agar memberikan pemahaman pada siswa tentang bahaya narkoba.

”Saat ini ancaman narkoba terhadap pelajar sudah semakin mengkhawatirkan sehingga kami perlu mengundang pihak BNN untuk memberikan input ataupun masukan tentang bahaya narkoba kepada siswa sekolah,” kata H. Nurjaya, M.Pd kepada Kabar Banten di Rangkasbitung, Senin (13/11/2017).

Menurutnya, pada kegiatan sosialisasi itu, pihak BNN menyertakan tiga orang personel dipimpin langsung Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Banten AKBP Agus Mulyana. ”Kami berharap dengan mengundang BNN ke sekolah dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tentang apa itu narkoba dan bahayanya terhadap para penggunanya,” ucapnya.

Nurjaya mengatakan, selama ini siswa atau pelajar sekolah setempat belum ada yang terindikasi atau terlibat dalam penggunaan narkoba dan itu tentu sangat kita harapkan. ”Selama ini siswa di sekolah setempat tidak ada yang terindikasi ataupun terlibat narkoba dan itu tentu menjadi harapan bersama dan semoga tidak ada warga sekolah yang terlibat menggunakan narkotika dan bahan adiktif lainnya,” ujarnya.

Dia mengemukakan, hal terpenting dengan mengundang pihak BNN Provinsi Banten ke sekolah ini, siswa diharapkan selain tahu bahaya narkoba siswa juga jangan sampai terkena atau terlibat menggunakan obat-obatan terlarang tersebut. ”Selain itu, siswa juga dapat menjauhi narkoba dan tidak sesekali untuk menggunakan narkoba, karena efek dari pemakaian narkoba itu dapat menimbulkan empat hal yaitu gila, mati, penjara dan tidak punya masa depan,” tuturnya.

Nurjaya menambahkan, sebagai langkah tindakan preventif terhadap ancaman narkoba itu masuk ke sekolah, pihak sekolah juga selalu mengingatkan para guru sekolah untuk waspada , juga menerapkan disiplin belajar. ”Kami juga akan memanggil siswa yang membolos, dan menjalin kerja sama dengan Satpol PP. Bahkan jika diperlukan sekolah mengupayakan melaksanakan tes urine terhadap siswa sekolah. Tindakan preventif perlu dilakukan sehingga dapat mencegah siswa dari ancaman bahaya narkoba tersebut,” tuturnya. (ND) ***


Sekilas Info

Mengawal Pembangunan Desa Melalui TPID

PENGGELONTORAN dana bagi pemerintahan desa yang sangat besar dimaksudkan sebagai langkah dan upaya pemerintah dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *