Sabtu, 18 November 2017

Bidik Jabatan di Pemprov Banten, Dua Pejabat Siap Hengkang

CILEGON, (KB).- Kabar tentang adanya sejumlah pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang akan hengkang, kini menjadi kenyataan. Setidaknya sudah dua pejabat yang kini melamar ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Kedua pejabat tersebut, yaitu Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Purwadi dan Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon Imam Adi Pribadi.

Keduanya mengikuti pejabat seniornya, Septo Kalnadi (mantan Kepala DPPKD) Kota Cilegon, yang telah berhasil “loncat” ke Pemprov Banten, dan kini menjabat Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten. Kedua pejabat pemkot tersebut mengikuti seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama Biro Pemerintahan Pemprov Banten.

Menurut keterangan, kedua aparatur sipil negara (ASN) senior Pemkot Cilegon itu telah menyerahkan berkas ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Banten. Mereka telah lolos seleksi administrasi, bahkan Jumat (10/11/2017) lalu keduanya menyelesaikan tahapan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten.

Purwadi saat dikonfirmasi membenarkan sedang mengikuti tahapan lelang jabatan itu. Diketahui, Pemprov Banten membuka lelang jabatan esselon II sejak akhir Agustus 2017. “Betul, saya dan Pak Imam ikut dalam bursa pencalonan lelang eselon II di Pemprov Banten. Saya dan Pak Imam memilih Biro Pemerintahan. Siapa tahu karier saya bisa meningkat,” katanya, Ahad (12/11/2017).

Menurut Purwadi, keikutsertaannya dalam lelang jabatan tingkat Pemprov Banten, sesuai aturan Kemendagri. Persaingannya pun cukup ketat, dimana salah satu peserta lelang merupakan pejabat dari pemerintah pusat. “Bukan hal aneh sih, pejabat tingkat kabupaten kota ikut lelang ini. Malahan orang pusat pun ikut lelang jabatan di Pemprov Banten. Intinya, memiliki pengalaman bertugas di bidang pemerintahan,” tuturnya.

Tidak betah

Berbeda dengan Purwadi, Sekretaris Satpol PP Kota Cilegon Imam Adi Pribadi tidak bisa dikonfirmasi. Berulang kali dihubungi melalui telepon genggam namun Imam enggan menjawab. Sebelumnya tersiar kabar bahwa sejumlah pejabat Pemkot Cilegon merasa tak betah bekerja di Pemkot Cilegon, karena diperlakukan tidak “fair” dalam penempatan jabatan.

Mereka siap hengkang untuk pindah kerja ke tempat lain. “Belakangan ini, penempatan pejabat di Pemkot Cilegon atas dasar kedekatan dan sesukanya yang punya kewenangan . Akibat keadaan ini karier kami jadi terhambat,” ujar salah seorang pejabat yang enggan disebut namanya. Ia juga sedang berusaha pindah dari Pemkot Cilegon, mengikuti jejak Purwadi dan Imam.

Terkait hal ini, Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi tidak mempermasalahkan. Ia malah mengapresiasi kepada Purwadi dan Imam yang telah berpartisipasi dalam lelang jabatan eselon II Pemprov Banten. “Tidak apa-apa lah. Kalau mereka ingin mengembangkan karier di Pemprov Banten, kenapa harus dilarang. Mereka kan punya hak untuk berkarier, bagi saya bukan masalah,” katanya.

Ia mengatakan, memiliki kepentingan dengan Pemprov Banten. Yakni meminta kuota ASN untuk mengisi kekosongan jabatan di Pemkot Cilegon. “Kami sudah mengajukan 200 ASN untuk bekerja di Pemkot Cilegon. Untuk teknisnya coba tanya ke BKPP (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan) Cilegon,” ucap Edi. (AH)***


Sekilas Info

Guru Tingkatkan SDM Kota Cilegon

CILEGON, (KB).- Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi menilai, guru mempunyai andil besar dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *