Kamis, 19 Oktober 2017

Benteng Kota di Banten Lama, Cikal Bakal Benteng Speelwijk

Benteng Speelwijk merupakan benteng yang terbentang di Kawasan Cagar Budaya Banten Lama, Kota Serang, tepatnya di seberang Vihara Avalokitesvara. Benteng tersebut menjadi sisa pendudukan tentara kolonial Belanda di Banten. Pembangunannya diperkirakan pada 1800. Speelwijk diambil dari nama Gubernur Jenderal Belanda, Speelman.

Ternyata, benteng tersebut bukanlah satu-satunya tembok pertahanan yang pernah berdiri di Banten Lama. Jauh sebelum itu, di lokasi yang sama pernah juga berdiri tembok yang kemudian disebut Benteng Kota. Berbeda dengan Speelwijk, Benteng Kota berfungsi sebagai pertahanan yang membentang di hampir seluruh wilayah kekuasaan sekitar Banten Lama.

Menurut peta buatan Francois Valentijn dalam bukunya yang berjudul “Valentijn Beschrijving Vann Groot Djava Ofte Java Major”, terlihat jelas gambaran benteng melingkupi hampir di seluruh kekuasaan, dari mulai Surosowan, Karangantu sampai Kasunyatan yang saat ini berada di Kecaman Kasemen.
Pembangunan Benteng Kota diperkirakan terjadi pada 1500-an, saat Kesultanan Banten dipimpin Sultan Maulana Hasanudin. Benteng tersebut masih bertahan hingga pada 1800-an. Namun, seiring kalahnya Kesultanan Banten oleh Belanda, keberadaannya kemudian digantikan dengan Benteng Speelwijk.

Hasil penelitian sejawan menunjukkan, jejak Benteng Kota masih tersisa di Banten Lama, hanya saja bentuknya tidak begitu besar. “Letaknya berada di sebelah utara Banten Speelwijk. Jadi, benteng kota itu kemudian diteruskan pembangunannya hingga menjadi Benteng Speelwijk,” kata Direktur Banten Heritage, Dadan Sujana kepada Kabar Banten, Jumat (28/7/2017).

Di luar kesultanan, dahulu Benteng Kota juga terdapat di kota-kota Islam lainnya. Khusus di Banten Lama, fungsinya untuk menghalangi orang luar saat akan masuk ke dalam kota. “Di dalamnya (setelah Benteng Kota) ada lagi benteng, namanya Benteng Surowosoan, posisinya berada setelah Benteng Kota,” ujarnya.

Diketahui, Kesultanan Banten hancur setelah diserang oleh Belanda di bawah instruksi Daendels. Saat itu, Istana Surosowan ikut dihancurkan. Setelah Kesultanan Banten hancur, pada 22 November 1808, Daendels mengumumkan dari markasnya di Serang, bahwa wilayah Kesultanan Banten telah diserap ke dalam wilayah Hindia-Belanda. (Sutisna/”KB”)***


Sekilas Info

Wisata Pulau Tunda Terbentur Transportasi

Akses wisata ke Pulau Tunda, di Kecamatan Tirtayasa sejauh ini masih terkendala dengan permasalahan transportasi. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *