Rabu, 20 September 2017

Belum Miliki Gedung,15 SMA/SMK Diprioritaskan

SERANG, (KB).- Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten akan membangun gedung baru untuk 15 SMA/SMK negeri pada 2018 mendatang. Belasan sekolah tersebut menjadi prioritas, karena belum memiliki gedung sendiri. Kepala Disdikbud Provinsi Banten, Engkos Kosasih Samanhudi mengatakan, 15 sekolah tersebut, terdiri atas 9 SMA dan 6 SMK yang tersebar di beberapa wilayah Banten. Belasan sekolah tersebut, kata dia, ada yang sudah berdiri sejak 5 sampai 7 tahun. “Tentu ini prioritas dan arahan gubernur. Karena, mereka sudah ada sejak 5 sampai 7 tahun lalu. Jadi, sudah menerima dan meluluskan siswanya,” ujarnya kepada Kabar Banten, Selasa (5/9/2017).

Ia menjelaskan, untuk menunjang pembangunan gedung baru pada 2018, pihaknya saat ini sedang persiapan untuk pengadaan lahannya dan menyusun detail engineering design (DED). “Jadi, pengadaan lahan dan DED-nya di 2017 ini, pembangunannya di 2018,” ucapnya. Selain pembangunan gedung baru, pada 2018 juga pihak Disdikbud akan melakukan rehabilitasi ruang kelas yang mengalami rusak ringan dan sedang serta pembangunan ruang kelas baru (RKB).

“Hasil evaluasi pimpinan (Senin) kemarin, kelihatannya di 2017 enggak ada (program rehabilitasi). Yang jelas, pak gubernur sudah menginstruksikan 2-3 tahun sarana dan prasarana sekolah sudah harus tuntas. Insya Allah 2018,” tuturnya. Meski begitu, belum diketahui anggaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan program tersebut. Soalnya, kata dia, untuk APBD 2018 belum ada pembahasan. “Total ruang kelas sebanyak 4.700 lebih. Kondisinya ada yang baik, ada rusak ringan, sedang, dan berat.

Jadi, nanti di 2018 itu prioritas kami rehabilitasi ruang kelas yang rusak ringan dan sedang. Tinggal nanti volumenya belum dihitung, tentunya disesuaikan dengan kepastian anggaran,” ujarnya. Menurut dia, anggaran yang dibutuhkan pihak Disdikbud pada 2018 kemungkinan cukup besar untuk melaksanakan program tersebut. “Jadi, 2018 itu ada tiga, dimulai rehab ruang kelas yang rusak ringan dan sedang. Kemudian, ada pembangunan RKB dan pembangunan sekolah baru. Kategorinya itu,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Banten, Wahidin Halim dalam beberapa kesempatan mengungkapkan, masih banyak SMA/SMK yang belum memiliki gedung sendiri, sehingga kegiatan belajar mengajar menumpang di gedung atau sekolah lain. Melihat kondisi tersebut, dia menginstruksikan, agar sarana dan prasarana serta fasilitas sekolah sudah harus tuntas dalam jangka waktu 3 tahun ke depan. “Kami akan fokuskan pada pembenahan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan dalam tiga tahun ini. Sarana dan prasarana sekolah harus memadai,” tuturnya. (H-42)***


Sekilas Info

Borang Ditarget Rampung Bulan Ini, Untirta Kejar Akreditasi FKD

Pendirian Fakultas Kedokteran (FKD) di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) tinggal menunggu waktu. Saat ini, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *