Sabtu, 18 November 2017

Bedolan Pamarayan Diserbu Warga

SERANG, (KB).- Setelah 10 tahun tak pernah digelar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggelar kembali Festival Bedolan Bendung Pamarayan, di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Kamis (12/10/2017). Rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-491 Kabupaten Serang itu, diserbu warga.
Pantauan Kabar Banten, ribuan warga terlihat memadati area di sekitar Bendungan Baru Pamarayan.

Begitu juga dengan lokasi Bendungan Lama Pamarayan, dipadati warga karena lokasi tersebut dijadikan area pameran pembangunan Pemkab Serang yang diikuti puluhan peserta. Kegiatan yang diikuti organisasi pemerintah daerah (OPD) Pemkab Serang dan puluhan UKM tersebut, akan berlangsung selama empat hari mulai Rabu-Ahad (11-15/10/2017). Di tepi Bendungan Baru Pamarayan di bagian hulu dan hilir, dipenuhi warga yang antusias melihat proses bedolan.

Sementara, sebagian warga lainnya telah siap dengan alat tangkap ikannya setelah bendungan dibedol. Warga yang turun untuk mencari ikan, mulai dari ibu-ibu, anak-anak, para pemuda dan bapak-bapak. Sepanjang perjalanan menuju bendungan, warga berbondong-bondong menuju bendungan. Bukan hanya itu, mereka juga telah siap dengan alat tangkap ikan seperti jaring dan serokan ikan.

Setelah Bupati Ratu Tatu Chasanah dan Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa melaksanakan seremonial pembukaan Festival Bendungan Pamarayan dan Pameran Pembangunan Pemkab Serang di bendungan lama, kedua pimpinan daerah bersama jajarannya bergerak ke bendungan baru untuk membuka bedolan.

Bupati Serang, Tatu Chasanah ikut turun menjaring ikan bersama warga saat acara Festival Bedolan Pamarayan di Bendungan Baru Pamarayan, Kabupaten Serang, Kamis (12/10/2017).*

Mulai dari bupati dan wakil bupati beserta tamu undangan, juga ikut turun ke bendungan untuk mencari ikan dan udang bersama warga. Meski sebagian tubuh para pejabat hampir masuk lumpur, namun mereka terlihat semangat, terutama bupati yang bertahan lebih lama saat mencari udang kecil. Sementara, warga yang turun ke bendungan baik dibagian hulu dan hilir terlihat semangat menangkap ikan. Beberapa warga terlihat mendapatkan ikan dengan ukuran cukup besar.

“Tahun ini kami mulai adakan lagi karena ini salah satu potensi wisata yang bisa didorong di Kabupaten Serang selain di wilayah Anyer. Bedolan Bendungan Pamarayan sudah dilakukan secara rutin oleh masyarakat dengan pemerintah. Tapi 10 tahun terakhir, kegiatan ini tidak ada,” kata Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah. Dia mengatakan, Bedolan Pamarayan juga akan menjadi agenda wisata tahunan Kabupaten Serang. Oleh karena itu, dia berharap Bedolan Pamarayan bisa berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kecamatan dan di seluruh wilayah Kabupaten Serang.

Berbondong-bondong

Sementara itu, kegiatan bedolan Bendungan Pamarayan menuai perhatian dari masyarakat luas. Sebagian dari mereka, bahkan berbondong-bondong dan sangat antusias karena sudah menunggu kegiatan yang terakhir kali digelar 10 tahun lalu tersebut. Warga Pamarayan Rostini mengaku senang dengan kembali digelarnya Bedolan Pamarayan yang memang ditunggu-tunggu warga. “Kalau mau bedolan bendungan itu ditunggu-tunggu warga, malah sudah seperti mau lebaran, semangat semua masyarakat kalau mau bedolan bendungan,” ucapnya.

Warga Cikande Agus Purwanto sengaja datang ke Bendungan Pamarayan untuk melihat bedolannya. “Senang saya ada bedolan lagi. Semoga tiap tahun ada terus, ini jadi hiburan masyarakat juga,” tuturnya. Sementara, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung dan Cidurian Tris Raditian mengatakan, sebenarnya pengurasan air di Bendung Pamarayan setiap tahun ada, namun tidak dilaksanakan seperti sekarang. “Pengurasan air dilakukan sekaligus untuk maintenance (perawatan) bendungan, terutama dalam hal ketinggian sedimentasi atau endapan lumpur,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Serang, Tahyudin mengatakan, kegiatan Bedolan Pamarayan melibatkan masyarakat sekitar. Selain bedolan dan pameran pembangunan, ada juga beberapa perlombaan permainan tradisional di antaranya balap enggrang, lomba congklak, panjat pinang, lomba balap rakit, lomba bakiak panjang, gangsing, ada pertunjukan seni topeng, pesta seni debus, seni wayang golek, lomba foto dan lainnya. “Kesenian dan perlombaan dilakukan setiap hari sampai Ahad hari penutupan itu pembagian hadiah,” katanya. (YY)***


Sekilas Info

Uang Rp 60 Juta Milik Panwaslu Digondol Maling

SERANG, (KB).- Kasus pencurian dengan modus pecah kaca terjadi di depan kantor Panwaslu Kabupaten Serang Jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *