Senin, 23 Oktober 2017

Batu Cinta di Kaki Gunung Karang

Panorama alam gunung tampak hijau dan lebat serasa membawa kesejukan dan keindahan alam Pandeglang. Pemandangan alam tersebut tampak terlihat cerah hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi batu cinta. Batu besar dengan bentuk aslinya menyerupai bentuk karang ini telah dijadikan tempat selfie bagi para pengunjung wisata gunung.

Batu tersebut diberi nama batu cinta, karena warga sekitar, terutama anak-anak muda sering duduk di atas batu tersebut sambil memandangi indahnya kota Pandeglang yang terlihat indah dari atas Gunung Karang. Lokasi tersebut tepatnya di Kampung/Desa Pasir Angin, Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.

Apalagi jika malam hari kita berdiri di atas batu setinggi 5 meter itu, tampak pancaran cahaya indah kota Pandeglang dari atas Gunung Karang. Salah seorang warga Pasir Angin, Sutrisno menuturkan, batu yang diberi nama batu cinta itu usianya ratusan tahun, karenanya baru ini tampak unik penuh kesejukan. Hembusan angin sepoi-sepoi melengkapi kesempurnaan lokasi batu cinta dan memberikan udara segar bagi pengunjung yang singgah di sekitar batu tersebut.

“Dulu batu ini memang kecil, dan tak pernah dilirik warga. Namun saat batu itu sekarang ukurannya besar, tak jarang warga duduk di pinggir batu barang beberapa menit untuk melepas lelah,” ujarnya. Menurutnya, sekarang lokasi batu cinta itu setiap harinya sering dikunjungi anak-anak muda dan wisatawan alam.

Meski batu cinta ini mulai ramai dikunjungi wisatawan, namun warga setempat enggan untuk mengubah suasana alamnya. Sebab, warga lebih memilih potensi wisata alam ini harus tetap utuh.
Sementara itu, Lurah Pagerbatu, Yana Mulyana mengakui wisata batu cinta di Kampung Pasir Angin mulai terkenal namanya di kalangan pecinta wisata alam.

Bahkan, para pengunjungnya tidak saja lokal melainkan banyak dari luar Pandeglang. “Kebetulan di Pagerbatu ini banyak wisata alam dan religi, jadi mereka setelah singgah di batu cinta, melanjutkan perjalanan ke wisata lainnya di kaki Gunung Karang,” ucapnya.

Menurutnya, ke depan wisata alam ini akan ditata oleh pemerintah desa dan masyarakat. Dengan penataan yang baik, wisata itu bisa menarik kunjungan wisata. Seorang pengunjung wisata alam batu cinta, Ari, mengakui keindahan batu tersebut. Selain bentuknya unik, kita bisa melihat kota Pandeglang dari atas batu ini.(Endang Mulyana/KB)***


Sekilas Info

Ekowisata Ujung Kulon Kurang ”Terjual”

SELAIN sebagai wilayah konservasi satwa langka Badak Jawa serta sejumlah satwa lainnya, wilayah Taman Nasional …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *