Sabtu, 18 November 2017

Batu Bedil Bayah

Situs Batu Bedil Bayah merupakan situs kepurbakalaan yang terletak di kawasan hutan Cikiruh, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak-Banten. Situs Batu menhir yang terbuat dari jenis batuan monolith ini terletak di atas lahan kasepuhan Bayah dan diperkirakan telah lama ada sejak zaman prasejarah.

Dilansir laman bantensite.blogspot.co.id, batu bedil ataupun menhir yang ditemukan di Bayah ini merupakan jenis batu purbakala yang biasanya dibentuk dalam posisi berdiri seperti sebuah tugu dan tegak memanjang di atas tanah. Namun, situs yang berada di Bayah ini sedikit berbeda dan unik karena letak batu menhir tersebut berada di kemiringan sebuah bukit.

Mungkin karena kontur tanah yang labil serta seiring berlalunya waktu membuat batu menhir tersebut bergeser dari posisinya semula dan semakin miring sehingga membentuk serupa moncong meriam ataupun Bedil. Dan mungkin karena hal itu pulalah yang kemudian menjadi dasar penamaan Situs Batu Bedil tersebut. Situs Batu Menhir di Bayah ini terdiri dari beberapa batu tegak dengan ukuran bervariasi yang ditempatkan dengan jarak yang cukup rapat kemudian satu batu menhir yang paling besar berada tegak di tengahnya.

Menurut penuturan warga, situs batu bedil ini konon pertama kali ditemukan oleh seorang warga Bayah benama Sayonk yaitu sekitar tahun 1986. Meski demikian, keabsahan akan hal tersebut masih cukup disangsikan sebagian pihak karena sebelum ditemukan oleh Sayonk pun diketahui sudah banyak orang yang mengunjungi tempat batu tersebut dengan tujuan-tujuan tertentu.

Pada tahun 1999 para arkeolog mulai tertarik untuk meneliti tentang keberadaan situs pra-sejarah batu bedil ini, hingga pemerintah pun akhirnya mulai menata tempat keberadaan situs ini pada tahun 2009. Kini, situs batu bedil berada dalam pengawasan Kantor Pelestarian Cagar Budaya Banten dan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Oleh karenanya, setiap orang yang dengan sengaja merusak cagar budaya terancam akan dipidanakan dengan hukuman penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 15 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 5 miliar. (Endang Mulyana)***


Sekilas Info

Taman Nasional Ujung Kulon, Serasa di ”Amazon”

Bicara soal keindahan alam Banten, memang tidak akan pernah ada habisnya. Destinasi yang akan diceritakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *