Kamis, 19 Oktober 2017

Banten Lama Harus Dibentuk Badan Pengelola

SERANG, (KB).- Dalam upaya penataan Kawasan Banten Lama, langkah pertama yang harus dilakukan pemerintah, yaitu membentuk Badan Pengelolaan Banten Lama. Badan pengelola harus segera dibentuk, karena mereka harus terlibat dalam proses revitalisasi kawasan bersejarah tersebut.
Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Sosialisasi Cagar Budaya yang digelar pihak Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten, di salah satu hotel Kota Serang, Senin (31/7/2017).

Dalam kegiatan tersebut, pihak BPCB mengangkat tema “Ke Banten Lama Siapa Takut”. Dewan Kebudayaan Keraton Yogyakarta yang juga Konseptor Pengelola Candi Borobudur, Yuwono Sri Suwito mengatakan, untuk penataan Banten Lama, yang pertama badan pengelola harus terbentuk terlebih dahulu. “Badan pengelola harus dibentuk, karena gak mungkin dikelola oleh Dinas Pariwisata sendiri dan pembentukan badan pengelola itu supaya lebih independen. Nanti sebagai dewan komisarisnya bisa dari pemerintah,” katanya saat ditemui seusai kegiatan tersebut.

Ia menuturkan, pembentukan badan pengelola bisa dilakukan gubernur dan bisa juga menteri. “Banten Lama kan masuk kedua kawasan (Kabupaten dan Kota Serang) hanya tingkat satu sesuai undang-undang, maka itu kewenangannya di provinsi. Jadi, sudah betul pak gubernur itu langkahnya ditarik kewenangannya ke provinsi,” ujarnya.  Di badan pengelola tersebut, ucap dia, bisa saja unsur pemerintah masuk sebagai pemegang saham atau kuasa pemegang saham dan bisa juga sebagai dewan komisaris. Nanti badan pengelola tersebut juga harus ikut proses revitalisasi.

Kepala BPCB Banten, Saiful Mujahid mengatakan, sosialisasi cagar budaya merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pihak BPCB setiap tahun dan sekarang BPCB Banten manfaatkan momen adanya rencana Gubernur Banten untuk merevitalisasi Banten Lama. “Jadi, kami mendukungnya secara teknis dan ilmiah bagaimana penataan Banten Lama, kami hadirkan para pakarnya. Kami sengaja mengambil tema “Ke Banten Lama Siapa Takut” itu, karena sementara ini stigma masyarakat situs Banten Lama kumuh dan seram, sehingga kunjungan menurun. Kami harap, dengan tema ini bisa meningkat lagi, apalagi dari gubernur juga sudah mulai bertindak untuk revitalisasi Banten Lama,” tuturnya. (H-40)***


Sekilas Info

Tumpukan Sampah di Sungai Cibanten, Kesadaran Warga Rendah

SERANG, (KB).- Wali Kota Serang, Tubagus Haerul Jaman, mengatakan, tumpukan sampah di Sungai Cibanten, di Kampung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *