Rabu, 26 Juli 2017
Home / PENDIDIKAN / Awasi PPDB, Disdik Gandeng KPK

Awasi PPDB, Disdik Gandeng KPK

TANGERANG, (KB).- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang berkomitmen menyelenggarakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah pertama (SMP) Negeri secara bersih. Untuk itu, Disdik menggandeng Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi pelaksanaan PPDB. Kepala Disdik Kota Tangerang, Abduh Surahman mengatakan, kerjasama Disdik dengan KPK bisa menghindari adanya praktek jual beli formulir dan juga siswa titipan.

Ia menuturkan, untuk menciptakan  PPDBP yang bersih, pihaknya melakukan beberapa langkah. Pertama yang dilakukan pihaknya adalah sistem pendaftaran secara online, karena itu lebih efektif dibandingkan siswa harus datang ke sekolah. Kedua, sistem zonasi yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 17 Tahun 2017 tentang zonasi juga memperkecil adanya praktek curang. Sebab,  alokasi bagi siswa dalam zona yang dekat dengan sekolah 90 persen. “Disetiap Kecamatan di Kota Tangerang sudah ada SMP Negeri, bahkan tahun ini jumlahnya bertambah 8 sekolah,” ,” ujarnya, Selasa (16/5/2017).

Kemudian, tutur dia, faktor usia calon siswa juga diperhitungkan. Sehingga bagi pendaftar yang usianya lebih tinggi bisa secara otomatis menggeser pesaingnya. Terakhir penentu siswa itu adalah nilai yang diraihnya pada saat ujian nasional. Abduh berharap, pada pelaksanaan PPDB tahun ini bisa berjalan lancar dan juga aman. “Semoga dengan dijalinnya kerjasama ini bisa meningkatkan mutu kualitas pelayanan Dinas Pendidikan Kota Tangerang kepada masyarakat,” ucapnya.

Ikut Aturan Mendikbud

Sementara itu Wali Kota Tangetang Arief R. Wismanyah menuturkan, Pemkot Tangerang akan kembali menerapkan PPDB secara online untuk tingkat SMP Negeri. Selain itu, pada tahun ini untuk seleksi siswa Pemkot Tangerang akan mengikuti Peraturan Menteri Pendidikan No. 17 Tahun 2017 soal Penerimaan Peserta Didik Baru.

Menurut Arief, dalam peraturan tersebut siswa yang berada  satu zona dengan sekolah yang dituju memiliki potensi sangat besar untuk diterima. “Dalam Permendikbud itu diatur bahwa sekolah akan menerima siswa yang berada dalam zonasi sebanyak 90 persen. Sedangkan untuk jalur prestasi disediakan kuota lima persen dan sisanya untuk umum,” katanya.

Karena itu, Wali Kota Tangerang  menyambut baik terkait peraturan tersebut. Karena ketersediaan SMP Negeri yang ada di Kota Tangerang jumlahnya ada 32 sekolah. “Sebelumnya kita cuma punya 24 sekolah, tapi Insya Allah pada tahun ini delapan sekolah SMP Negeri baru sudah mulai membuka pendaftaran dan kegiatan belajar mengajar,” ujarnya. Wali kota Arief berkomitmen untuk tidak ada lagi siswa titipan. “Walikota aja enggak pernah nitip anak sekolah di SMP Negeri, masa yang lain pada nitip,” ucap Abduh Surahman. (H-36)***

 


Sekilas Info

Apel Pagi di Kuburan

APEL pagi yang dilakukan unsur Kepolisian Sektor (Polsek) Neglasari, Kota Tangerang, Senin (24/7/2017) tidak seperti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *