Rabu, 20 September 2017

Antisipasi Kemarau Panjang, BPBD Berlakukan Siaga 24 Jam

LEBAK, (KB).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak memberlakukan kebijakan siaga 24 jam dalam menghadapi bencana kekeringan dan krisis air bersih yang sedang melanda sejumlah wilayah. Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak, Kaprawi menyatakan, pemberlakuan siaga 24 jam itu merupakan langkah antisipasi yang harus dilakukan guna memberikan bantuan, atau pertolongan evakuasi kepada masyarakat yang dilanda bencana alam.

“Biasanya, saat memasukki musim kemarau panjang seperti saat ini, selain kekeringan dan krisis air bersih, juga sangat rawan terjadinya kebakaran di daerah permukiman padat penduduk. Kami harus waspada dan siaga agar mudah mengambil langkah-langkah cepat yang diperlukan,” kata Kaprawi, Senin (11/9/2017). Menurutnya, selama ini BPBD Lebak terus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat untuk memberikan pertolongan evakuasi kebencanaan, melalui petugas kebencanaan dan relawan untuk saling bergantian berjaga selama 24 jam. ”Ada delapan petugas kebencanaan dan relawan yang harus selalu siap berjaga secara bergantian setiap hari selama 24 jam penuh,” ujarnya.

Penyiagaan petugas selama 24 jam, kata dia, untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa. Sebab, pada musim kemarau rawan bencana kebakaran permukiman, kebakaran hutan dan kekeringan. “Kami berharap musim kemarau itu tidak berkepanjangan sehingga menimbulkan kebencanaan. Untuk mengatasi krisis air bersih, BPBD juga menyiapkan empat kendaraan mobil tangki untuk pengiriman pasokan air bersih ke lokasi-lokasi rawan kesulitan air bersih,” ucapnya.

Kaprawi menambahkan, Kabupaten Lebak dipetakan sebagai daerah rawan kebakaran hutan, permukiman dan kekeringan. Bahkan, tujuh desa dari empat kecamatan mengalami kekeringan juga kesulitan air bersih. Selain itu, musibah kebakaran permukiman juga mengalami peningkatan. Berdasarkan data sejak Agustus hingga akhir September terjadi kebakaran yang mengakibatkan puluhan rumah rata dengan tanah, dengan jumlah kerugian material mencapai ratusan juta.

”Melalui koordinasi dengan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja, kami juga menyiagakan angkutan pemadam kebakaran (Damkar) lengkap serta kendaraan operasional. Kami juga telah menyiapkan peralatan tenda, tandu dan logistik untuk menangani pascakebencanaan. Kami mengutamakan keselamatan warga jika terjadi bencana alam agar tidak menimbulkan korban jiwa,” tuturnya. (H-22) ***


Sekilas Info

Pemberlakuan HET Beras Belum Berpihak ke Petani, Distanbun Naikkan HPP Gabah

LEBAK, (KB).- Pemberlakuan harga eceran tertinggi beras yan dikeluarkan pemerintah pada 1 September lalu lebih berpihak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *