Senin, 23 Oktober 2017

Ancam Pendidikan Madrasah, Dewan Tolak 5 Hari Sekolah

SERANG, (KB).- Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Serang menolak kegiatan belajar mengajar yang akan diberlakukan selama 5 hari oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai Sabtu (1/7/2017). Ketua Fraksi PPP, Ubaidillah kepada sejumlah awak media, Senin (12/6/2017) mengatakan, tidak setuju, karena selain sekolah umum, anak-anak juga wajib mengikuti sekolah madrasah. “Saya tidak setuju kegiatan belajar mengajar selama di sekolah hanya 5 hari, karena sehari akan dipadatkan dan madrasah akan kosong,” katanya.

Menurut dia, sekolah 5 hari dilaksanakan tidak sesuai dengan amanat undang-undnag (UU), di mana seluruh masyarakat berkesempatan mendapat pendidikan yang layak. “Saya kira 5 hari sekolah itu sangat merugikan, apalagi jam belajarnya pasti akan berkurang, kemudian dipadatkan sore hari, lantas pendidikan keagamaanya di mana, sedangkan ada Perda Diniyiah yang mewajibkan anak mengikuti pendidikan madrasah,” ujar anggota Komisi II tersebut. Hal yang paling utama dalam pendidikan, ucap dia, adalah pendidikan karakter, di mana saat ini siswa-siswa sekolah seperti kehilangan jati diri. “Perbanyak pendidikan karakter, sehingga kembali ke asal di mana siswa dan siswi mencerminkan anak indonesia sebagaimana mestinya. Jangan sampai imbas dari internet banyak hasil yang negatif,” tuturnya.

Hal yang sama dikatakan anggota Komisi II dari Fraksi PKB Abdul Ghofur, menurut dia, apabila sekolah dipadatkan selama 5 hari, tidak menutup kemungkinan sekolah sore yang selama ini digunakan untuk madrasah tutup. “Nanti bakalan tutup semua dong, ini harus dikaji terlebih dahulu, jangan sampai dilakukan tanpa ada kajian yang mendalam. Biasanya ada proses ketika kebijakan itu akan dilakukan, yang penting untuk kemaslahatan bagi masyarakat yang tergabung dalam NKRI,” ucapnya. Pria yang akrab dipanggil Gus Pur tersebut menambahkan, selain Kabupaten Serang banyak daerah lain yang ada Perda Diniyah, sehingga aturan sekolah 5 hari harus benar-benar jelas, jangan sampai menimbulkan polemik di tengah masyarakat. (H-45)***


Sekilas Info

Dalam Ajang LPSN, SMPN di Lebak Raih Tiga Medali Emas

LEBAK, (KB).- Para pelajar dari tiga sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kabupaten Lebak berhasil membawa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *