Jumat, 24 November 2017
honorer kelurahan

Aktivis Nilai Legislatif tidak Pro Rakyat

LEBAK, (KB). – Melalui aksi yang digelar di depan Gedung DPRD Lebak, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Lebak menilai kinerja legislatif dalam membuat Peraturan Daerah (Perda) tidak pro terhadap rakyat. “Perda yang dihasilkan DPRD kami menilai makzul dan cenderung tidak pro rakyat. DPRD juga tidak jeli mengawasi eksekutif dalam pelaksanaan perda yang ditetapkan,” kata koordinator aksi, Hamid melalui orasiya di depan Gedung DPRD Lebak, Rabu (17/5/2017).

Mahasiswa menilai, DPRD telah gagal menjalankan tiga fungsinya, sehingga perlu adanya evaluasi dan peningkatan kinerja yang dilakukan masing-masing anggota dewan. Salah satunya, mengenai penerapan Perda Nomor 2 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah. “Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah ini perlu dievaluasi. Karena penerapannya di lapangan dinilai tidak sejalan dengan amanat Perda itu sendiri,” katanya.

Selain itu, kata mahasiswa, DPRD juga perlu meningkatkan pengawasan pelaksanaan Perda Nomor 12 tahun 2005 tentang Wajib Belajar Madrasah Diniyah, dan Perda Nomor 14 tahun 2013 tentang Wajib Mengaji. “Harus ditingkatkan fungsi controlling, budgetting dan legislasinya agar pro terhadap masyarakat Lebak. Hasilkanlah perda yang lebih produktif dengan mendasarkan pada kepentingan publik,” tuturnya. (H-38)***


Sekilas Info

Waspadai Bahaya Pestisida

LEBAK, (KB).- Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bahaya pestisida dalam bahan pangan. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *