Kamis, 17 Agustus 2017

389 PTS Belum Terakreditasi

SERANG, (KB).- Sebanyak 389 perguruan tinggi swasta (PTS) yang berada di wilayah Jawa Barat dan Banten belum terakreditasi secara institusi. Hal tersebut disampaikan Koordinator Kopertis wilayah IV, Umam Suherman. “Untuk akreditasi memang masih mengkhawatirkan, sebab dari 478 PTS yang ada di wilayah IV untuk akreditas A baru 1 PTS, akreditasi B baru 26 PTS dan sekitar 389 PTS belum terakreditasi secara institusi,” kata Umam kepada Kabar Banten, Senin (31/7/2017).

Umam menjelaskan, untuk program studi (prodi) pada umumnya sudah terakreditasi. Hanya saja, status PTS-nya belum memiliki akreditasi secara institusi. Sebab, akreditasi harus dilakukan secara rutin. “Karena ada wancana, kalau institusinya C tidak diperkenankan ikut bersaing tes CPNS,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, jumlah guru besar yang ada di PTS masih terbilang memprihatinkan. Sebab, dari jumlah 478 PTS, guru besarnya yang betul-betul dilahirkan dari DPK atau dosen PNS yang diperbantukan di PTS baru 43 guru besar. “Jumlahnya sudah 91, tapi itu kebanyakan yang non DPK dan ijazahnya adalah dosen yang bertugas setelah dia menjadi guru besar. Kami ingin agar guru besar yang dimiliki oleh PTS ini dilahirkan oleh PTS tersebut,” tuturnya.

Dia mengatakan, untuk saat ini kinerja dosen sudah lebih bagus daripada periode-periode sebelumnya. Saat ini, semua dosen diwajibkan untuk memiliki sertifikat profesi sebagai dosen. “Dan itu hanya boleh memperoleh tunjangan manakala dia sudah punya sertifikat, kalau tidak ya tidak bisa,” ucapnya.

Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APB-PTSI) Wilayah IV, Sali Iskandar mengatakan, untuk meningkatkan kualitas PTS salah satunya jangan sampai ada keributan antara pengurus yayasan. Kemudian, jangan pula ada perselisihan antara yayasan dengan rektor atau dengan guru besar serta dosen.  “Kemudian yayasan juga jangan merangkap sebagai rektor atau ketua sekolah tinggi. Siapa yang mengawasi nanti,” ucapnya.

Menurutnya, penentuan dosen, penggajian, gedung dan sarana dilakukan yayasan. Sedangkan untuk Tridarma perguruan tinggi dilakukan oleh pimpinan PTS. Dia mengatakan, kondisi saat ini dari 3200 PTS di Indonesia, ada 204 PTS yang berkelahi dan belum selesai. Sementara untuk di wilayah Banten sendiri jumlahnya kecil dan jarang. “Di wilayah IV itu minim, karena kami selalu menyampaikan untuk segera diselesaikan. Kalau sudah berkelahi, yang rugi itu mahasiswa,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjutnya, tentunya akan mempengaruhi faktor akreditasi. Selain itu, PTS yang sampai berkelahi dalam hubungan internnya ada yang sampai dibekukan. “Kalau di Banten tidak ada yang sampai beku, yang ada itu di Jawa Barat,” katanya. (H-49)***


Sekilas Info

Di Ajang LCC 4 Pilar, SMAN 1 Pontang Wakili Banten

SERANG, (KB).- SMA Negeri 1 Pontang, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang mewakili Provinsi Banten dalam ajang perlombaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *