Selasa, 12 Desember 2017
Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, membagikan kartu multi trip kereta rel listrik kepada penumpang KRL.

2.000 Kartu KRL Digratiskan

LEBAK, (KB).- Sebanyak 2.000 lembar kartu multi trip kereta rel listrik (KRL), bergambar Bupati Iti Octavia Jayabaya dan Wakil Bupati, serta destinasi wisata Baduy, dibagikan secara gratis di Stasiun Kereta Api (KA) Rangkasbitung dan Stasiun KA Citeras, Senin (4/12/2017).

Berdasarkan pantauan Kabar Banten, selain di kedua stasiun KA tersebut, Bupati Iti Octavia Jayabaya yang didampingi suaminya serta sejumlah pejabat Pemkab, turut membagikan kartu multi trip tersebut kepada para penumpang di dalam KRL yang sedang menuju perjalanan ke Stasiun Tanah Abang, Jakarta.

Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Lebak, Budi Santoso yang ditemui usai mendampingi Bupati Iti Octavia di Stasiun KA Citeras mengatakan, jumlah kartu multi trip yang dikeluarkan Pemkab Lebak, bergambar Bupati dan Wakil Bupati Lebak serta gambar destinasi wisata Baduy sebanyak 10 ribu lembar.

Menurut Budi, dari jumlah tersebut (10 ribu lembar), 2.000 di antaranya dibagikan gratis kepada masyarakat, serta selebihnya sebanyak 8.000 lembar dijual untuk umum di wilayah Jabodetabek serta Cikarang. ”Untuk kartu multi trip sebanyak dua ribu lembar sudah dibagikan secara cuma-cuma oleh bupati di tiga tempat, yaitu Stasiun Rangkasbitung, Stasiun Citeras, serta kepada penumpang yang sedang melakukan perjalanan menuju Jakarta menggunakan KRL,” kata Budi Santoso.

Ditambahkannya, kartu multi trip KRL yang dibagikan gratis serta dijual bebas tersebut saldonya sebasar Rp 15.000. Apabila saldonya habis, lanjut Budi, bisa diisi saldo kembali di tempat-tempat yang menyediakan pengisian saldo kartu multi trip tersebut. ”Kartu multi trip bisa digunakan untuk biaya transportasi KRL kapan saja, selama saldonya mencukupi,” ucapnya.

Kepala bagian Humas Pemkab Lebak, Eka Prasetiawan menambahkan, pembagian kartu multi trip yang digratiskan sebanyak 2.000 lembar. Pertama untuk membantu meringankan biaya transportasi angkutan KRL. Kedua, bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten Lebak agar lebih dikenal, serta banyak dikunjungi wisatawan dari luar Banten. ”Sengaja yang delapan ribu lembar dijual di luar Lebak. Tujuannya agar promosi destinasi wisata di Lebak, secepatnya menjadi daya tarik masyarakat luar Banten, sehingga mereka mau berkunjung ke Lebak,” kata Eka Prasetiawan. (Lugay/Job)***


Sekilas Info

Sebulan Tinggal di Kandang Kambing, Nenek Sari Akhirnya Bersedia Pindah ke Rumah

Seorang nenek renta warga Kampung Pasir Awi, Desa Sanghiang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Sari (70) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *