Senin, 11 Desember 2017

100 Warga Cikeusik Minta Pembinaan Pancasila Setiap Bulan

PANDEGLANG. (KB).- Sebanyak 100 warga pesisir di Desa Cikeruh Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang mengikuti kegiatan Polri berupa Quick Wins Program 1 (Penertiban dan Penegakan Hukum Bagi Organisasi Radikal dan Anti Pancasila) di Aula Resort Villa Berkah, Cukeusik, Rabu (11/10).

Kegiatan yang digelar Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Banten ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. “Bahkan masyarakat meminta kegiatan seperti ini kalau bisa dilaksanakan setiap bulan,” kata Kasi Sar Binmasair Satrolda Polairud Polda Banten Kompol Syamsul Bahri kepada Kabar Banten sesuai melaksanakan kegiatan tersebut.

Syamsul menjelaskan masyarakat Cikeusik sangat mendukung terhadap kegiatan pembinaan yang digelar Polda Banten ini. Menurut masyarakat, sejauh ini, mereka belum pernah mendapatkan kegiatan pembinaan tentang Pancasila dan radikalisme. “Jadi, menurut masyarakat, baru Satpolairud Polda Banten yang melaksanakan pembinaan seperti ini,” katanya.

Menurut Syamsul kegiatan tersebut dimaksudkan antara lain untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang ideologi negara Indonesia Pancasila sebagai falsafah bangsa dan lambang kesatuan bangsa. Selain itu, masyarakat pun diberikan pemehaman tentang arti dari faham radikalisme.  “Melalui kegiatan itu diharapkan masyarakat bisa mencermati isu yang berkembang saat ini dan bisa segera melaporkan ke pihak berwajib jika menemukan kelompok radikal di wilayahnya,” kata Syamsul.

Seusai acara, Kompol Syamsul Bahri memberikan sejumlah bantuan dari Polda Banten kepada masyarakat pesisir dan masyarakat nelayan yang mengikuti kegiatan tersebut. Bantuan yang diberikan meliputi life jaket, bola dan net voli, kaos olah raga, senter, ring bouy, masker selam, perlengkapan ibadah, bendera merah putih, dan perlengkapan P3K. Hadir pada acara tersebut Muspika Cikeusik, tokoh ulama, tokoh masyarakat, dan Babin Kantibmas Polsek Cikeusik .(RG)***


Sekilas Info

Kantongi 271 Girik, Warga Patok Lahan KEK

PANDEGLANG, (KB).- Kasus dugaan sengketa lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung seluas 462 hektare antara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *